Pernahkah kalian melihat
ketidak adilan di dunia ini ?
Seandainya saja ketidak adilan itu terjadi di antara kalian apa yang akan kalian lakukan ?
Saat detik pertama kau dilahirkan, merasakan semilir
angin yang menerpa kulit sensitifmu yang bisa kau lakukan adalah hanya menagis
dan menangis. Suara tangisan itu bukannya malah membuat mereka yang berada di
sampingmu khawatir akan dirimu tetapi mereka tersenyum lebar mendengarka suara
tangisanmu yang pertama, bersyukur bahwa kau telah terlahir di tengah-tengah
mereka, bahwa kau akan menjadi pelengkap dari keluarga kecil mereka yang karena
kehadiranmu akan segera beralih menjadi keluarga basar yang bahagia.
Saat kau mulai beranjak dewasa, mereka selalu berada di
sampingmu. Selalu berada di belakangmu memberikan bisikan dan dorongan agar
kelak kau dapat meraih apa yang kau impikan. Tak peduli dengan apa yang
orang-orang katakan tentangmu, mereka tetap mendukungmu, mempercayai bahwa
perkataan orang-orang itu hanyalah salah satu cobaan yang harus kau lalui untuk
mencapai gerbang kesusesanmu.
Tak jarang mereka
meneteskan air mata untukmu. Tak jarang pula mereka ikut terluka untukmu.setiap
saat berdoa, memohon, dan meronta-ronta mengemis di hadapan-NYA. Bukan harta
untuk diri sendiri yang mereka minta, melainkan kebahagiaan untuk buah hatinya,
kesuksesan untukmu. Saat melihat kau menyunggingkan senyum, rasa bahagia yang
bergejolak muncul di dalam hati mereka. Rasa haru yang begitu mendalam tak ada
tandingannya.
Seiring berjalannya waktu, kau telah berada di atas
istanamu, meraih semua mimpi yang telah kau impikan. Seluruh tetesan peluhmu
kini terbayarlah sudah.
Tapi ingatkah kau bahwa bukan hanya peluhmu yang menetes
dalam perjuangan ini, bukan hanya tubuhmu yang lelah dalam ambisi ini. Mereka,
ayah dan ibumu. Mereka juga ikut merasakannya, sekuat apapun kau menyangkalnya,
tidak, tidak semudah itu mereka bisa kau hapuskan dan buang begitu saja dari
singgasanamu.
Sadarilah bahwa mereka sebenarnya lebih penting di
banding singgasana dan istana yang kau bangun itu. Pangillah mereka, dan
rawatlah mereka dengan tanganmu sendiri.bahagiakanlah mereka, Biarkan peluhmu menetes lebih banyak di
bandingkan saat berjuang meraih impianmu di saat kau merawat mereka.
Perlihatkanlah kasih sayangmu.
Sesungguhnya kasih sayangmu yang tulus terhadap mereka
akan memberikanmu istana yang sesungguhnya. Istana yang luas dan begitu tentram
di dalamnya. Istana dengan singgasana terbuatkan dari emas yang berkilauan.
Kasih saying tulusmu akan terbalaskan SURGA di telapak kaki ibumu.


0 komentar:
Posting Komentar